header-int

BREAKPOINT DIASPORA INDONESIA DI HONGKONG

Share
Posted : 30 Mei 2018
Nama Penulis:
H. Khumaini Rosadi, SQ, M.Pd.I )*
Isi Artikel:

Sabtu dan minggu adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh para buruh migran Indonesia atau disingkat BMI yang ada di Hongkong. Karena di dua hari ini mereka banyak yang libur bekerja. Dan kesempatan di dua hari ini mereka gunakan untuk kumpul-kumpul bersama teman-teman seperjuangan, istilah agamanya adalah silaturahim. Tempat titik kumpul mereka pun sederhana saja, tidak muluk-muluk. Tidak harus mahal ke gedung. Tidak menyewa pendopo atau memboking hotel. Simpel dan fleksibel, yaitu hanya menggelar tikar dibawah jembatan atau tangga penyeberangan orang yang kosong, sudah jadi. Inilah breakpoint ala diaspora Indonesia. Tempat titik kumpulnya orang-orang Indonesia dari berbagai daerah.

Kumpul-kumpul mereka pun bermacam-macam tujuan. Ada yang main arisan, paguyuban, kesenian, keterampilan, bahkan pengajian. Jangan salah sangka, kalau di Hongkong itu nggak ada pengajian, buktinya di sini banyak majelis taklim dan komunitas muslimah. Ternyata  di sini ada BMI bisa belajar ngaji al-Quran, menambah wawasan dengan berbagai macam keterampilan, serta bergabung dengan himpunan atau perkumpulan yang santun dan membentangkan kebaikan. Menjalankan ibadah puasa pun tidak ada hambatan.

Jumlah Buruh migran Indonesia di Hongkong lebih dari 140.000, ungkap Muhammad Ilham – General Manager Dompet Dhuafa Hongkong -  didominasi oleh kalangan perempuan. Sedikit  sekali yang saya temui dari kalangan laki-laki. Di sinilah dibutuhkan pencerahan dan motivasi kebaikan untuk buruh migran. Terutama di bulan Ramadhan ini, sangat dibutuhkan pencerahan dari para Ustadz dan Ustadzah, agar mereka diingatkan untuk selalu beramal soleh dan menjaga  iman.

Di bulan Ramadhan ini, untuk Negara Hongkong didatangkan banyak ustadz juga Ustazah dari Indonesia, bukan hanya dari Dompet Dhuafa, tetapi juga ada dari PCINU, dan lembaga-lembaga keagamaan lain di Indonesia.

Ustadz  dan ustadzah yang didatangkan itu juga harus mumpuni keilmuannya. Fasih membaca alquran. Hafal alquran minimal 10 juz. Mahir berbahasa Arab dan Inggris.  Dapat menyampaikan pesan kebaikan dengan penuh hikmah. Karena setiap selesai pengajian akan ada sesi tanya jawab. Meskipun terkadang dalam tanya jawab itu ada pertanyaan-pertanyaan dari para buruh migran yang sedikit di luar dari apa yang dibayangkan sebelumnya. Mungkin tidak pernah mendengarnya ketika belajar di pesantren. Mungkin ustadz atau ustadzah akan kaget ketika mendapatkan pertanyaan, dan ternyata pertanyaan itu kasusnya hanya ada di Hongkong. Oleh karena itu dibutuhkan pengetahuan dan juga keilmuan yang mumpuni dari ustadz dan Ustadzah, tidak asal menjawab, tidak juga asal menghalalkan dan memudahkan sehingga mereka menjadi kebingungan, tidak punya pedoman.

Mudah-mudahan,   breakpoint atau tempat kumpul-kumpulnya diaspora Indonesia yang ada di Hongkong dapat menambah keakraban dan cinta tanah air. Semoga mereka diberikan kemudahan untuk menjalankan ibadah pada Bulan Ramadhan dan mendapatkan Ridho dari Allah subhanahu wa ta'ala serta diberikan kebebasan menjalankan ibadahnya oleh majikan masing-masing. Amin ya robbal alamin.

)* Corps Dai Ambassador Dompet Dhuafa (CORDOFA), Tim Inti Dai Internasional dan Multimedia (TIDIM) LDNU, Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STITSYAM) Bontang, Guru SMA YPK Bontang, Imam Besar Masjid Agung Al-Hijrah Kota Bontang, Penulis Buku: Fathul Khoir – Memahami Tajwid dengan 300 bait Syair, Perjalanan Dakwah di Eropa, Al-Ma’shumi – Metode mudah belajar Alquran, Pengantar Mata Kuliah Praktek Keterampilan Ibadah, Fiqih al-Hijrah – Kumpulan Tanya Jawab Fiqih di al-Hijrah.

File Pendukung:
SMA Yayasan Pupuk Kaltim Bontang SMA Yayasan Pupuk Kaltim, sejak 1983 mengemban misi pendidikan bagi putra-putri karyawan PT. Pupuk Kaltim dan masyarakat Bontang dan sekitarnya, menerapkan sekolah serius untuk sebuah pembelajaran yang optimal, sehingga menjadikan sekolah ini Homebase-nya para juara dan menjadi The gateway to prominent universities dalam mengantar alumninya untuk studi lanjut.
© 2018 SMA Yayasan Pupuk Kaltim Bontang Follow SMA Yayasan Pupuk Kaltim Bontang : Facebook Twitter Linked Youtube